follow

< script type="text/javascript" src="https://cdn.pushassist.com/account/assets/psa-swamedikasikesehatan.js" async>< /script>

Followers

follow

Showing posts with label Swamedikasi Demam. Show all posts
Showing posts with label Swamedikasi Demam. Show all posts

Monday, September 9, 2019

7 Tips Mengatasi Demam tanpa Obat di Rumah

7 Tips Mengatasi Demam tanpa Obat  di Rumah

Demam merupakan suatu kondisi dimana suhu tubuh kita mengalami kenaikan diatas suhu tubuh normal. Suhu tubuh normal manusia adalah 37℃. Apabila diukur suhu tubuh lebih dari 37,2 ℃  maka itu dikatakan demam. Demam bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan tanda atau gejala akan munculnya suatu penyakit ke dalam tubuh kita. Untuk mengetahui demam, kita dapat menggunakan termometer untuk mengukur suhu tubuh kita. 

Demam dapat ditandai dengan gejala bagian kepala dan leher yang terasa panas. Selain itu, dapat juga ditandai dengan badan mengalami kedinginan atau  menggigil ketika suhu tubuh meningkat.

Baca Juga: Swamedikasi Demam

Ada dua faktor yang dapat menyebabkan terjadinya demam yaitu faktor Infeksi dan faktor non-infeksi. Demam infeksi merupakan demam yang disebabkan oleh masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh kita, seperti viruz, bakteri, dan parasit. Ketika viruz atau bakteri  masuk ke dalam tubuh kita, maka tubuh kita akan memberikan perlawanan sehingga menyebabkan terjadinya demam. Contoh demam akibat infeksi virus: demam berdarah, demam akibat bakteri: tifus, dan demam akibat parasit: malaria. Demam non infeksi merupakan demam yang  disebabkan oleh faktor lain selain viruz atau bekteri. Demam ini bisa disebabkan oleh dehidrasi, reaksi alergi, stres, gangguan psikis, dll.

Apa yang harus Kita lakukan ketika mengalami Demam?

  1. Minum air putih yang banyak.
  2. Beristirahat yang cukup.
  3. Makan yang banyak.
  4. Kompres dengan air hangat.
  5. Selalu memeriksa suhu tubuh.
  6. Apabiala suhu tubuh tidak mengalami penurunan, dan mengalami kenaikan sampai 39℃  segera hubungi dokter.

Selain beberapa cara diatas, kita juga bisa menggunakan beberapa cara berikut yang dapat kita gunakan untuk mengatasi demam tanpa obat di rumah. 

Berikut 7 tips yang dapat kita lakukan untuk mengatasi demam di rumah tanpa menggunakan obat:


1. Sambiloto

Berfungsi untuk menurunkan demam.
Siapakan 5-10 daun sambiloto segar, kemudian rebus dengan 2 gelas air mendidih hingga air sisa setengah, disaring, dapat ditambahkan sedikit madu (bila perlu), kemudian diminum.
Dapat diminum 3 kali sehari.

2. Beluntas

Siapkan 15 helai daun beluntas, dicuci, kemudian direbus dengan air mendidih, lalu disaring dan diminum ketika sudah hangat.
Diminum sekali sehari.

3. Brotowali

Siapakan 10 daun brotowali dan 20 cm batang bratowali yang sudah bersih, lalu iris kecil batang brotowali, lalu rebus  dengan air satu liter sampai air sisa setengah. Kemudian, disaring dan diminum ketika sudah hangat. Dapat ditambahkan madu.
Diminum tiga kali sehari.

4. Cincau

Siapkan 50 gram daun ciancau segar  yang telah dicuci bersih, ditumbuk sedikit lalu direbus dalam 400 ml air. Air rebusan kemudian disaring dan dibiarkan beberapa saat sampai memadat kenyal.
Dapat ditambahkan santan kelapa atau gula secukupnya.
Dikonsumsi 3 kali sehari.

5. Jambu Biji

Bisa digunakan untuk demam berdarah (DBD) juga.
Siapkan jambu biji yang sudah masak kemudian dibuat jus, lalu diminum. Usahakan biji nya disaring ketika jus dibuat.

6. Cocor Bebek

Daun cocor bebek dapat digunakan untuk menurunkan demam.
Siapkan beberapa helai daun cocor bebek yang telah dibesihkan. Daun cocor bebek kemudian ditumbuk atau dilumatkan lalu dioleskan pada dahi.
Dapat dilakukan 2 kali sehari.

7. Mengkudu atau Pace

Siapkan 1 buah mengkudu dan rimpang kencur 1 jari. Dicuci bersih lalu diiris kecil-kecil. Lalu direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas. Air kemudian air disaring dan diminum.
Dapat diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.

Demikian beberapa cara dan tips yang dapat kita lakukan dirumah untuk mengatasi demam. Apabila setelah melakukan pengobatan selama seminggu  tidak kunjung sembuh dan bertambah lebih parah, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

“Ayo Hidup Sehat”




Tuesday, May 7, 2019

Swamedikasi Demam

 Swamedikasi Demam

Apa itu Demam?

Demam merupakan suatu kondisi dimana suhu tubuh kita mengalami kenaikan diatas suhu tubuh normal. Suhu tubuh normal manusia adalah 37℃. Apabila diukur suhu tubuh lebih dari 37,2 ℃  maka itu dikatakan demam. Demam bukanlah suatu penyakit, tetapi merupakan tanda atau gejala akan munculnya suatu penyakit ke dalam tubuh kita. Untuk mengetahui demam, kita dapat menggunakan termometer. Termometer merupakan alat kesehatan yang berfungsi untuk mengukur suhu tubuh kita.

Baca Juga: Swamedikasi Maag

Tanda dan Gejala Demam

  • Pada bagian kepala dan leher akan terasa panas, sedangkan tangan dan kaki terasa dingin.
  • Mengalami kedinginan dan menggigil ketika suhu tubuh meningkat.

Apa saja penyebab demam?

Pada umumnya demam dapat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu:

1. Demam Infeksi

Demam infeksi merupakan demam yang disebabkan oleh mikroorganisme ke dalam tubuh kita, seperti viruz, bakteri, dan parasit.
Pada saat bakteri atau viruz masuk kedalam tubuh, maka secara otomatis tubuh kita akan memberikan perlawanan sehingga menyebabkan demam. Demam merupakan penanda bawa tubuh kita sedang memberikan perlawanan terhadap viruz atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.
Contoh demam yang disebabkan infeksi viruz yaitu demam berdarah dan demam yang disebabkan bakteri yaitu tifus, sedangkan demam yang disebabkan parasit yaitu malaria.

2. Demam Non Infesksi

Demam non infeksi merupakan demam yang  disebabkan oleh faktor lain selain viruz atau bekteri. Demam ini bisa disebabkan oleh dehidrasi, reaksi alergi, stres, gangguan psikis, dll.

Apa yang harus Kita lakukan ketika mengalami Demam?

  1. Minum air putih yang banyak.
  2. Beristirahat yang cukup.
  3. Makan yang banyak.
  4. Kompres dengan air hangat.
  5. Selalu memeriksa suhu tubuh.
  6. Apabila suhu tubuh tidak mengalami penurunan, dan mengalami kenaikan sampai 39℃  segera hubungi dokter.


Apa saja obat Demam yang dapat kita gunakan untuk Pengobatan Sendiri atau Swamedikasi?


Dalam melakukan tindakan swamedikasi atau pengobatan sendiri untuk demam, kita harus mengetahui terlebih dahulu penyebab dari demam tersebut. Hal ini bertujuan agar kita dapat menentukan dan melakukan pengobatan demam secara tepat dan benar.
Apa saja Obat yang dapat Kita gunakan untuk mengatasi demam yaitu:

Paracetamol/Asetaminofen

Paracetamol/Asetaminofen berfungsi untuk menurunkan demam dan mengurangi rasa sakit.
Hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan paracetamol/asetaminofen:
Tidak boleh digunakan oleh penderita gangguan hati atau ginjal dan pecandu alkohol, karna obat ini dapat mempengaruhi fungsi hati.

Aturan pemakaian parasetamol/asetaminofen
Dewasa                         : 1 tablet 500 mg, diminum 3 kali sehari.
Anak umur 6-12 tahun : 250 mg, diminum 3 kali sehari.
Anak umur 2-6 tahun   : 125-250 mg, diminum 3 kali sehari.

Paracetamol sirup biasa nya mengandung 125 mg/5ml.
Anak umur 6-12 tahun : 10 ml (2 sendok takar).
Anak umur 2-6 tahun   : 5 ml (1 sendok takar).

Contoh obat Paracetamol di pasaran: Sanmol, Panadol, Pamol, farmado, dan Hufagesic.

Ibuprofen 

Ibuprofen berfungsi sebagai obat penekan rasa nyeri dan radang dan dapat juga menurunkan panas. Ibuprofen lebih dianjurkan penggunaannya untuk demam yang disertai dengan radang atau nyeri.

Hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan ibuprofen:
  1. Hati-hati untuk penderita ginjal, gagal jantung, asma dan hati.
  2. Tidak boleh digunakan pada penderita tukak lambung, penderita duodenum, ibu hamil dan menyusui.
Aturan Pemakaian:
Dewasa: 200 mg, diminum 3 kali sehari setelah makan.
Anak:
Umur 8-12 tahun :200 mg, diminum 3 kali sehari setelah makan.
Umur 3-7 tahun :100 mg, diminum 3 kali sehari setelah makan.
Umur 1-3 tahun :50 mg, diminum 3 kali sehari setelah makan.

Sirup Ibuprofen biasanya mengandung 100mg/5ml
Anak umur 8-12 tahun 10 ml, diminum 3 kali sehari setelah makan.
Anak umur 3-7 tahun 5 ml, diminum 3 kali sehari setelah makan.
Anak umur 1-3 tahun 2,5 ml, diminum 3 kali sehari setelah makan.
Efek samping obat: mual, muntah, diare dan gangguan fungsi hati.

Contoh obat Ibuprofen dipasaran: Proris, Anafen, Bufect, Ibufenz, Ibukal.

Aspirin

Aspirin berguna untuk menggurangi rasa sakit, anti radang dan demam.

Hal yang harus diperhatikan ketika menggunakan aspirin:
  1. Tidak boleh digunakan pada penderita demam berdarah karna akan meningkatkan resiko pendarahan.
  2. Tidak boleh digunakan pada penderita tukak lambung, asma, trombositopenia dan hemofilia
  3. Konsultasi ke dokter apabila dalam kondisi hamil, memiliki gangguan hati atau ginjal dan gangguan lambung.
Aturan pemakaian:
Dewasa : 1 tablet (500 mg) 3 kali sehari
Anak :  6-12 tahun : ½ - 1 tablet (250-500 mg), 3 kali sehari.

Efek samping aspirin : nyeri lambung, mual, munta, dapat menyebabkan tukak dan perdarahan lambung.

Contoh obat Aspirin di pasaran: Bodrexin, Aspirin Bayer, Aptor, Farmasal, Inzana dan Minigrap.

Apa saja Obat Herbal atau obat Tradisonal Demam yang dapat digunakan untuk Pengobatan Sendiri atau Swamedikasi?

Sambiloto.

Berfungsi untuk menurunkan demam.
Siapakan 5-10 daun sambiloto segar, kemudian rebus dengan 2 gelas air mendidih hingga air sisa setengah, disaring, dapat ditambahkan sedikit madu (bila perlu), kemudian diminum.
Dapat diminum 3 kali sehari.

Perhatian: tidak boleh digunakan pada ibu hamil atau menyusui. Dan tidak boleh digunakan pada penderita yang mengkonsumsi obat pengencer darah, penekan sistem imun, isoniazid (INH).

Beluntas.

Siapkan 15 helai daun beluntas, dicuci, kemudian direbus dengan air mendidih, lalu disaring dan diminum ketika sudah hangat.

Bratowali

Siapakan 10 daun bratowali dan 20 cm batang bratowali yang sudah bersih, lalu iris kecil batang bratowali, lalu rebus  dengan air satu liter sampai air sisa setengah. Kemudian, disaring dan diminum ketika sudah hangat. Dapat ditambahkan madu
.Diminum tiga kali sehari.

Jambu Biji.

Bisa digunakan untuk demam berdarah (DBD) juga.
Siapkan jambu biji yang sudah masuk kemudia dibuat jus, lalu diminum. Usahakan biji nya disaring ketika jus dibuat.
Perhatian: jambu biji dapat menyebabkan sembeli apa bila terlalu banyak dikonsumsi.


Kapan saya harus periksa ke dokter?

  1. Bila seorang bayi mengalami demam harus segera ke dokter.
  2. Demam naik sampai 39℃   pada anak-anak 38.5℃.
  3. Demam tidak berkurang setelah 2 hari.
  4. Demam yang disertai dengan kaku leher. 
  5. Demam yang disertai ruam kulit, sakit tenggorokan berat, batuk berdaha sakit bila buang air kecil atau terlalu sering buang air kecil, bintik-bintik merah pada kulit, kejang, pingsan
  6. Demam terjadi setelah melahirkan atau keguguran.

Baca Juga: Swamedikasi Nyeri

“AYO HIDUP SEHAT”